Penyesalan setahun lalu setelah gagal menyaksikan penampilannya di Jakarta terbayar tuntas. Fazerdaze di Land Of Leisures (LOL) 2018 begitu memukau.

kertasmusik.com – Sabtu(13/10) kemarin bisa jadi salah satu malam minggu terbaik masyarakat Yogyakarta. Event kreatif tahunan, Land Of Leisures (LOL) 2018 diadakan kembali di mall Ambarukmo Plaza. Dilangsungkan selama tiga hari, 12 hingga 14 Oktober 2018, LOL tahun ini menyuguhkan banyak kejutan.

Selain pameran produk kreatif dan kolaborasi bersama banyak seniman. LOL turut menghadirkan  penampil berkelas. Mulai dari Mocca, Elephant Kind, Dçinnamons, hingga special performance  musisi dreampop asal Selandia Baru, Amelia Murray a.k.a Fazerdaze.

Tak ayal, penampilan Fazerdaze adalah yang paling dinanti malam itu. Selain label indie darling  yang melekat serta lagu-lagunya yang catchy. Kedatangan Fazerdaze layaknya sebagai penawar rindu bagi saya dan mungkin beberapa penonton lain yang gagal menyaksikan ia tampil di Rossi Musik Jakarta, 21 Oktober tahun lalu. Saat itu tiket sold out dalam sekejap.

Sejak 18.00, penonton telah memadati area rooftop Ambarukmo Plaza, tempat acara dilangsungkan. Tentu saja, didominasi anak muda.Selain Fazerdaze, ada dua penampil lain, yaitu Polka Wars dan Elephant Kind.

Dibuka oleh Polka Wars. Penonton ramai-ramai merapat kedepan sembari sing along dan bergerak selaju irama gitar milik Karaeng dan Billy. Nomor-nomor andalan dimainkan. Mulai dari mokele hingga rangkum yang liriknya magis pun dengan mudah dirapal penonton. Opening act yang mengagumkan dari kawan-kawan polka.

Penampil selanjutnya, Elephant Kind. Tak perlu diragukan, pesona serta teknik Bam Mastro dkk selalu menjadi daya tarik buat penonton. Area depan semakin padat, penonton benar-benar menikmati penampilannya dari awal hingga akhir.

Selepas Elephant Kind turun, kru fazerdaze mulai naik menyiapkan set. Penonton berpencar mencari tempat istirahat sejenak. Diselingi candaan MC yang berinteraksi dengan penonton lain. Kami dibuat sabar menunggu. Ternyata banyak juga penonton dari luar kota. Salah satunya remaja 18 tahun asal Malang yang mengaku hadir hanya demi Amelia Murray seorang.

Sekitar 20.40, set panggung siap. MC pamit undur diri. Tanpa diminta, penonton bergerak merapat kedepan. Awak-awak media sudah siap dengan kamera

Tak lama, satu persatu personel naik keatas. Hingga tiba saatnya Amelia muncul di hadapan kami. Sontak tepuk tangan dan teriakan menyambut penampilan fazerdaze sebentar lagi.

Mengenakan outfit hitam dengan gitar merah yang menggantung. Amelia Murray tampak tersipu malu, senyum kecil mengisi wajahnya. “Selamat malam Yogyakarta” sapanya fasih  kepada penonton, kami semakin tak sabar menyaksikannya.

Lagu pertama. “Tired Of Waiting” dari materi EP 2014. Sayup-sayup penonton ikut bernyanyi. Sebagian lain berjoget mengikuti nada. Suara Amelia Murray mengalun lembut di telinga. Beberapa lagu kemudian menyusul untuk dimainkan. Reel, Break Ur Wall, hingga misreed.

Di jeda antar lagu, Amelia selalu berbagi senyum dan canda. Ia mengungkapkan kekagumannya kepada penonton. Suasana di Indonesia sangat menyenangkan, jarang ditemukan di negara asia lain, ujarnya.

Penampilan berlangsung kembali, Amelia yang sejak awal tampak malu dan kalem, kemudain berubah saat lagu “friends”dimainkan. Pada reff, Amelia berteriak lantang menegaskan liriknya. Penonton dibuatnya mengayunkan kepala. “Kaya Hayley William cuy” ujar penonton dekat saya.

Lagu selanjutnya,”Bedroom Talks”. Penonton mulai girang, sebab banyak yang familiar. Fazerdaze tampaknya membaca situasi dengan baik. Setelah “Bedroom Talks” tanpa jeda, lagu disambungkan dengan “Jennifer”. Teriakan histeris kembali membuncah.

Rasa dreampop begitu kentara di lagu ini, penonton dibuat mengawang-ngawang. Di akhir lagu, penonton sama-sama merapalkan “Miss you so bad Jennifer”. Berulang-ulang lirik itu disenandungkan. Menyudahi “Jennifer”. Nomor selanjutnya,”Take it Slow”. Bak mewakili atmosfer Yogyakarta yang kalem. Saya dan banyak penonton dibuat senyum sendiri mendengar lagu ini.

Kejutan lain ditampilkan.  Saat memainkan “Shoulder” Amelia hanya seorang diri ditemani gitar. Kami khidmat mendengar petikan gitar dan suara Amelia yang tetap lembut sedari tadi. Beberapa penonton bahkan meneteskan air mata.

Seperti biasa, usai lagu dimainkan, Amelia kembali tersipu malu. Teriakan seorang penonton “Love You Amelia” dengan segera dibalasnya, “Love You Too”. Suasana kembali heboh.

Rasanya malam ini cukup panjang. Kali ini giliran additional guitarist yang mengucapkan terima kasih kepada panitia dan penonton. Penampilan dilanjutkan dengan membawakan single baru berjudul “So Easy”. Kemudian hits lain “Last To Sleep” .

Hingga tiba di penghujung acara. Dengan set panjang yang tadi dibawakan. Rasanya penonton sudah sangat puas. Lagu terakhir, tak lain tak bukan ”Lucky Girl”. Tepuk tangan kembali menghiasi panggung saat intro mulai dimainkan. Aksi stage diving tak terelakkan. Amelia hanya tersenyum geli melihat aksi penonton.

Bagian reff dengan mudah membuat penonton sing along. Riff gitar yang diberi efek reverb semakin menambah suasana dreampop malam itu. Momen ini begitu berharga jika dilewatkan, kegiatan merekam pun dilakukan banyak penonton.

Usai lagu, fazerdaze langsung turun panggung. Sebagian penonton meminta encore, sebagian lainnya sudah tahu ia akan kembali naik. Benar saja tak lama Amelia Murray dan rekan-rekan kembali naik ke panggung..

“This is the last song, sorry just one song” ujar Amelia dihiasi tepuk tangan penonton. Lagu terakhir “Little Uneasy” langsung dimainkan. Lagu dari album Morningside ini sukses menutup kegembiraan malam itu.

Di akhir perjumpan, Amelia Murray kembali mengucapkan terima kasih. Ia mengeluarkan camera pocket miliknya dan meminta penonton untuk berpose.

Setelah gelaran acara, ada sesi meet n greet yang diadakan pihak LOL dan fazerdaze. Namun saya memilih pulang. Sangat puas dan kagum atas aksi fazerdaze barusan. Di rumah, saya putar kembali lagu-lagu fazerdaze. Terima kasih telah mewarnai Yogyakarta malam itu.

Ditulis oleh: Mario Fernando

Land Of Leisures (LOL) 2018

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *